Fakta! Tren Hidup di Apartemen Makin Meningkat dan Siapapun Harus Siap

Apartemen adalah telah menjadi tren hunian para pekerja ataupun keluarga muda masa kini apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta. Wajar bila apartemen Jakarta murah menjadi buruan banyak orang. Sudah cukup lama masyarakat kota mengenal bangunan vertikal seperti apartemen. Namun bisa dibilang pembangunannya semakin pesat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan tak hanya di pusat kota, pembangunan apartemen juga sudah merambah ke kawasan pinggiran.


Karenanya, kini apartemen tak hanya menjadi hunian orang kaya saja. Mulai banyak mereka dari kalangan ekonomi menengah juga pada akhirnya memutuskan untuk tinggal di apartemen. Alasan yang mendasarinya beragam. Umumnya karena harga rumah tapak yang begitu mahal dan mencari hunian dekat tempat kerja.

Untuk tahun-tahun mendatang, tak salah jika diprediksikan tren hidup di apartemen semakin meningkat. Pasalnya, permintaan hunian di kota besar cenderung terus meninggi, dan ini tidak berjalan beriringan dengan ketersediaan lahan untuk membangun rumah tapak yang semakin terbatas. Sehingga bangunan apartemen yang vertikal menjadi pilihannya.

Permintaan yang tinggi terhadap apartemen juga akan mendongkrak harga jualnya. Jika Anda terpikir untuk membeli apartemen, jangan terlalu menundanya sebelum harganya naik. Seperti halnya rumah, apartemen juga mengalami kenaikan harga yang signifikan dari waktu ke waktu. Dengan tinggal di apartemen, sebetulnya Anda juga memperoleh sejumlah keutungan.

3 Tips Investasi Tanah di Kawasan Wisata Agar Menguntungkan

Salah satu ceruk bisnis yang sedang tren belakangan ini yaitu investasi tanah. Berbeda dengan investasi rumah, ruko, atau apartemen, investasi tanah ini jauh lebih murah karena belum ada bangunan diatasnya. Salah satu kawasan di Indonesia yang menjadi incaran para investor untuk investasi tanah adalah kawasan wisata seperti Bali.

Seiring dengan pamor pariwisata Bali yang semakin meningkat, potensi bisnis properti juga semakin menggeliat. Tanah-tanah di sana menjadi buruan investor untuk dikembangkan sebagai guest house, hotel, atau properti komersil lainnya. Tak heran, bila pergerakan harga properti di kawasan wisata seperti Bali terjadi cukup cepat.


Sepintas investasi tanah di Bali ini terlihat menggiurkan. Namun agar bisa meraup keuntungan, tetap saja Anda membutuhkan banyak perencanaan dan pemahaman. Nah untuk membantu Anda, di bawah ini Anda akan menemukan 3 tips investasi tanah di kawasan wisata agar menguntungkan:

1. Menentukan lokasi yang tepat

Tips investasi tanah di Bali yang pertama yaitu dengan menentukan lokasi yang tepat. Kabar baiknya, Bali bisa dikatakan sebagai kawasan full-package. Artinya, setiap lokasi di Bali sangat potensial untuk investasi tanah. Bahkan jika Anda membeli tanah di lokasi yang belum ramai, berada di kawasan persawahan, jauh dari akses transportasi, dan lainnya, kemungkinan besar tanah tersebut cepat terjual.

Pertama, karena banyaknya perluasan kawasan pariwisata di Bali yang menyasar lokasi-lokasi terpencil di Bali. Kedua, Anda bisa mengelolanya sendiri, misal dengan membangun restoran, sehingga tanah memiliki 'bargaining-position' yang lebih tinggi. Namun tetap saja, agar bisa meraup profit maksimal, Anda mesti mencari lokasi yang paling potensial.

Investasi Tanah di Kota Besar – Inilah Beberapa Pendapat Pakar

Bukan rahasia lagi bahwa bisnis di bidang residential properti, khususnya kavling tanah sedang booming-boomingnya. Hal tersebut karena bisnis jual beli tanah menjadi lahan subur untuk meraup untung sebesar-besarnya. Terutama di kota-kota besar, keberadaan kavling-kavling tanah awalnya ditujukan bagi meminimalisasi sempitnya lahan, namun dewasa ini orientasinya berubah menjadi lahan investasi menggiurkan.

Berbagai hal yang menyebabkan hal itu salah satunya karena kenaikan harga tanah dari tahun ke tahun di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sebelum anda memutuskan untuk mengeluarkan dana untuk investasi tanah di kota besar ada baiknya menyimak beberapa pendapat pakar berikut ini.


· Kenaikan terbesar berada di lokasi premium

Kota besar seperti Jakarta memang merupakan episentrum dari segala kegiatan bisnis di Indonesia, dan dari tahun ke tahun harga tanah mengalami kenaikan. Banyak pakar bisnis properti yang mengatakan bahwa terjadi kenaikan harga 20 hingga 30 persen setiap tahunnya. Hal tersebut berlaku di beberapa lokasi tertentu, terutama di kawasan CBD (Central Business District). Sedangkan untuk kawasan non-CBD kenaikan juga terlihat massive yaitu berkisar 15 persen.

Sebelum anda menginvestasikan dana Anda untuk membeli tanah, ada baiknya melakukan berbagai estimasi keuntungan yang anda akan dapatkan. Ilustrasinya adalah jika Anda ingin untung besar maka berinvestasilah di kawasan CBD, namun dengan syarat dana yang anda miliki akan terkuras banyak karena harga tanah di kawasan CBD relatif mahal.

Solusinya jika anda minim dana, maka Anda bisa membayarnya dengan DP dari anda, dan cicilannya dari bank. Selain itu tak kalah menariknya adalah semakin banyaknya kavling-kavling tanah di kawasan non-CBD, bagi Anda yang tidak mampu invest di kawasan CBD maka kawasan non-CBD bisa menjadi alternatif terbaik.

Lika-liku Kehidupan Para Penghuni Apartemen

Hunian berupa apartemen kini sering dipilih oleh generasi muda. Banyak orang yang memutuskan untuk tinggal di apartemen karena praktis dan simple. Terlebih bagi para pekerja perkotaan dengan jam produktivitas tinggi. Tinggal di apartemen membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih efisien. Plus, ada beragam fasilitas di luar unit yang bisa dinikmati untuk sekedar menghibur diri seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya. Juga ada kebanggan tersendiri ketika seseorang bisa tinggal di apartemen.


Andapun pernah terpikir untuk sewa apartemen saja daripada kos. Hal itu bisa jadi pilihan yang bagus. Namun, supaya tidak menyesal di kemudian hari, perlu diketahui pula kalau tinggal di apartemen tak selalu menyenangkan. Mereka yang hidup di apartemen punya lika-liku tersendiri yang disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya:

Ruangan yang kurang luas

Sudah menjadi hal yang umum apabila apartemen memiliki luas ruangan yang lebih sempit dibandingkan rumah. Hal ini dikarenakan luas apartemen dibagi dengan unit yang lainnya. Anda juga tidak bisa mengubah konstruksi dari unit apartemen yang Anda miliki. Selain itu, apartemen juga tidak bisa berkembang menjadi lebih tinggi atau lebih luas. Dengan ruangan yang lebih sempit ini, Anda juga pandai-pandai ketika membeli furnitur baru untuk unit apartemen Anda, supaya tidak terlalu memakan banyak ruang.

Aturan yang berlaku

Mungkin banyak orang beranggapan kalau tinggal di apartemen itu sangat bebas. Faktanya, memang lebih bebas dari kos. Namun, tetap ada sejumlah peraturan yang diberlakukan oleh pengelola apartemen dan harus dipatuhi oleh semua penghuni. Hal ini guna menjaga kekondusifan lingkungan apartemen itu sendiri.

Kendati demikian, tetap saja terkadang ada penghuni yang melanggar peraturan tersebut. Misalnya, penghuni yang membawa teman-temannya dan mereka membuat kegaduhan hingga larut. Atau membuat pesta tanpa izin terlebih dahulu. Tetangga unit yang kerap membuat keributan kadang “ngeyel” meski sudah diberi teguran.

Menghitung Biaya Hidup Apartemen di Jakarta

Tinggal di apartemen adalah sebuah pilihan alternatif apabila ingin hidup mandiri. Lingkungan apartemen dan juga fasilitas yang tersedia membuat banyak orang akhirnya memilih untuk tinggal di sana. Apalagi di Jakarta, tren hidup di apartemen semakin meningkat dari tahun ke tahun. Secara garis besarnya, tinggal di apartemen membuat apa-apa serba mudah. Tapi, ada harga yang harus dibayar atas semua kemudahan itu.

Jika Anda berniat sewa apartemen, umumnya Anda harus mengeluarkan sejumlah biaya tambahan. Kebanyakan pemilik unit tidak memasukkan biaya untuk perawatan unit ke dalam biaya sewa. Jadi penghuni menanggung sendiri biaya tambahan tersebut.


Berikut ini adalah beberapa tambahan biaya hidup yang harus Anda keluarkan ketikda hidup di apartemen:

Biaya listrik

Ada perbedaan dalam perhitungan biaya listrik antara apartemen dan rumah tapak. Golongan listrik di apartemen sama dengan mall dan gedung perkantoran sehingga cenderung lebih mahal. Namun sangat jarang terjadi pemadaman. Di komplek apartemen kelas menengah, rata-rata penghuni harus mengeluarkan biaya listrik sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Hal ini tergantung dari pemakaian masing-masing.

Biaya air

Biaya pemakaian air di apartemen umumnya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu-an, tergangung per meter kubik pemakaian. Besar tagihan air akan tergantung dari pemakaian. Namun perhitungannya mengikuti PDAM di wilayah apartemen tersebut.